- oleh Super Admin
- Jan 02, 2026
Jakarta — Menteri Agama Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap rencana transformasi Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya menjadi institut. Transformasi kelembagaan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Buddha yang lebih adaptif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Menteri Agama menilai bahwa perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut akan membuka ruang pengembangan akademik yang lebih luas, baik dari sisi program studi, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan status institut, STABN Raden Wijaya diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berdaya saing nasional dan global.
Menurut Menag, transformasi kelembagaan bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan harus diiringi dengan peningkatan kualitas tata kelola, penguatan kurikulum, serta kesiapan sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjaga mutu pendidikan serta menjunjung nilai-nilai moderasi beragama.
Menag juga menegaskan bahwa Kementerian Agama mendukung penguatan pendidikan keagamaan lintas agama secara adil dan proporsional. Transformasi STABN Raden Wijaya menjadi institut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.
Selain itu, ia mendorong agar pengembangan institut ke depan mampu menjawab tantangan sosial dan kebutuhan masyarakat, serta berperan aktif dalam pembangunan nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Pihak STABN Raden Wijaya menyambut baik dukungan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk memenuhi berbagai persyaratan administratif, akademik, dan kelembagaan yang dibutuhkan dalam proses transformasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi STABN Raden Wijaya sebagai pusat pengembangan pendidikan Buddha yang unggul dan berkelanjutan.
Sumber:InfoPublik.id.