Senin, 12 Januari 2026

BPH Migas Fokuskan Kuota BBM bagi Angkutan Umum guna Pacu Konektivitas


Bitung, Sulawesi Utara – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprioritaskan penyaluran kuota bahan bakar minyak (BBM), termasuk Jenis BBM Tertentu (JBT/BBM subsidi), guna mendukung konektivitas antarwilayah melalui layanan angkutan umum berbagai moda.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap angkutan umum berkapasitas besar, khususnya transportasi laut yang dikelola PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) Persero.

“Ini menjadi prioritas karena merupakan bagian dari penguatan pelayanan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan serta lintas kabupaten dan provinsi yang sulit dijangkau melalui transportasi darat,” ujar Wahyudi saat ditemui di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (6/1) malam.

Selain berperan sebagai penghubung antarwilayah kepulauan, kapal laut juga dinilai semakin diminati karena lebih efisien dari sisi biaya perjalanan. Menurut Wahyudi, kapal Pelni menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dengan biaya lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi udara.

“Kapal Pelni menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan sekaligus memperoleh penghematan biaya dibandingkan menggunakan pesawat,” jelasnya.

Dalam mendukung operasional tersebut, BPH Migas telah menetapkan kuota BBM subsidi untuk kapal penumpang PT Pelni sebesar 181.431 kiloliter pada tahun 2026. Jumlah ini meningkat sekitar dua persen dibandingkan realisasi penggunaan BBM subsidi pada 2025 yang tercatat sebesar 177.930 kiloliter.

“Kesiapan BPH Migas dalam menyediakan kuota BBM subsidi tahun 2026 sebesar 181.431 kiloliter dilakukan berdasarkan proyeksi kebutuhan bulanan. Proyeksi tersebut kami integrasikan dengan Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha pelaksana penugasan,” terang Wahyudi.

Ia berharap peningkatan kuota BBM subsidi tersebut dapat turut mendorong peningkatan kinerja serta kualitas layanan angkutan umum, khususnya kapal penumpang Pelni.

“Semoga layanan PT Pelni dengan dukungan BBM subsidi yang disiapkan pemerintah dapat berjalan lancar. Apabila ke depan terdapat perubahan rute maupun kebutuhan tambahan kuota, BPH Migas siap mendukung agar pemanfaatan BBM subsidi benar-benar optimal bagi masyarakat,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda